\Analisis Makna Leksikal dan Makna Kultural Sesajen dalam Tradisi Mimiti Tandur di Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas: Kajian Etnolinguistik
Keywords:
sesajen, makna leksikal, makna kulturalAbstract
Penelitian ini mengkaji makna leksikal dan kultural dari sesajen dalam Tradisi Mimiti Tandur di Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas. Tradisi Mimiti Tandur merupakan ritual yang dilakukan oleh masyarakat Jawa sebelum panen padi yang bertujuan untuk menghormati Dewi Sri sebagai Dewi Padi dan Kesuburan, serta memohon berkah bagi hasil panen yang melimpah. Kajian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik untuk menganalisis hubungan antara bahasa dan budaya dalam konteks tradisi ini. Data dikumpulkan melalui metode simak bebas libat cakap dan dianalisis dengan teknik analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sesajen dalam Tradisi Mimiti Tandur memiliki makna leksikal dan kultural yang mendalam. Misalnya, padi secara leksikal berarti tanaman penghasil beras, namun secara kultural dipandang sebagai perwujudan Dewi Sri. Bubur merah dan putih melambangkan keberanian dan kesucian, sementara ketupat dan lepet sebagai simbol keselamatan dan kebersamaan. Telur dan kelapa muda melambangkan kesuburan, dan pisang raja sebagai simbol tangan Dewi Sri. Buah-buahan dalam sesajen juga melambangkan otot Dewi Sri yang menandakan kesuburan dan keberkahan. Penelitian ini mempertegas pentingnya tradisi lokal dalam menjaga identitas budaya dan nilai-nilai spiritual masyarakat setempat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Kolaborasi Akademik Dosen-Mahasiswa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



